1. Laser CW: Laser ini memancarkan sinar laser secara terus menerus, bukan dalam bentuk pulsa. Mereka sering digunakan dalam aplikasi yang memerlukan keluaran laser yang stabil, seperti pemotongan laser, pengelasan, dan prosedur medis.
2. Laser solid-state: Menggunakan media penguatan solid-state, seperti Nd:YAG atau Ti:sapphire, laser ini mampu menghasilkan sinar laser kontinu atau berdenyut berenergi tinggi. Laser ini sering digunakan dalam pemrosesan industri, perawatan medis, dan aplikasi militer.
3. Laser gas: Menggunakan gas sebagai media penguatan, seperti laser helium-neon (He-Ne) dan laser karbon dioksida (CO2). Mereka dapat menghasilkan sinar laser dengan panjang gelombang berbeda dan cocok untuk pengukuran, perawatan medis, dan pemrosesan industri.
4. Laser semikonduktor (juga dikenal sebagai dioda laser): Terbuat dari bahan semikonduktor, secara efisien dapat mengubah energi listrik menjadi energi cahaya. Mereka sering digunakan dalam komunikasi serat optik, printer laser, dan beberapa perangkat medis.
5. Laser pewarna: Menggunakan pewarna cair sebagai media penguatan, laser tersebut dapat disetel untuk menghasilkan sinar laser dengan berbagai panjang gelombang dan cocok untuk penelitian ilmiah dan prosedur medis tertentu.
6. Laser serat: Menggunakan serat optik yang diolah dengan unsur tanah jarang sebagai media penguatan, dapat menghasilkan laser kontinu atau berdenyut berkualitas tinggi, cocok untuk pemrosesan material, aplikasi militer dan medis.
7. Laser elektron bebas: Menggunakan berkas elektron bebas sebagai pengganti media penguatan untuk menghasilkan laser, dapat menghasilkan laser dengan rentang panjang gelombang yang sangat luas, cocok untuk penelitian ilmiah.
8. Laser excimer: Menggunakan gas excimer sebagai media penguatan untuk menghasilkan laser pada pita ultraviolet, sering digunakan dalam mesin mikro, bedah mata, dan litografi.
9. Laser kimia: Memproduksi laser melalui reaksi kimia, biasanya digunakan dalam aplikasi keluaran energi tinggi seperti sistem pertahanan militer.
Setiap laser memiliki bidang aplikasi spesifiknya sendiri, dan pemilihan laser yang tepat bergantung pada karakteristik laser yang diperlukan, seperti panjang gelombang, daya, lebar pulsa, dan koherensi.






